Margiono Terpilih Sebagai Ketua Umum PWI

Banda Aceh (ANTARA News) - Margiono terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2008-2013, setelah berhasil mengumpulkan suara terbanyak pada Kongres XXII organisasi itu di Banda Aceh, Selasa malam.

Margiono berhasil mengumpulkan 58 dari total 95 suara yang berhak ikut pemungutan suara. Sementara tiga pesaing lainnya, Parni Hadi dan Wina Armada masing-masing 13 suara, serta Dhimam Abror hanya 11 suara.

Kemenangan Margiono sudah diperhitungkan sebelumnya, karena hampir didukung seluruh cabang.

Proses pemungutan suara yang berlangsung 22.30 WIB itu diikuti 34 cabang di seluruh Indonesia dengan total 95 suara.

Masing-masing cabang memiliki hak suara yang berbeda, menurut jumlah anggota. Mulai dari satu sampai tujuh suara.(*)

5 Nama Ditetapkan Sebagai Calon Ketua Umum PWI

Banda Aceh (ANTARA News) - Lima nama ditetapkan sebagai calon tetap Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2008-2013 yang akan dipilih pada Kongres XXII yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa.

Dari penjaringan itu muncul tujuh nama dengan urutan masing-masing Margiono 19 suara, Wina Armada (13), Parni Hadi (12), Muhyan (11), Dhiman Abror (9), Kamsul (6), Alwi (1).

Dari tujuh calon yang terjaring, lima nama bersedia dicalonkan sebagai Ketua Umum, sedangkan dua nama lainnya, yakni Kamsul Hasan (Ketua PWI Jaya) dan Alwi Hamu mengundurkan diri.

Pada sidang pleno IV ditetapkan lima nama sebagai calon tetap, yakni Parni Hardi (Dirut LPP RRI), Margiono (Direktur Jawa Pos), Wina Armada (mantan Sekjen PWI Pusat), Muhyan (Ketua PWI Sumut), Dhiman Abror Djuraid (Ketua PWI Jatim).

Penjaringan tersebut dilakukan melalui pemungutan suara dengan masing-masing cabang mengusulkan maksimal tiga nama.

Sebelum pemilihan, Ketua sidang menskor waktu selama satu jam, dan akan dilanjutkan selesai shalat magrib atau pukul 20.00 WIB.

Agenda berikutnya adalah penyampaian visi misi masing-masing calon dan dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Umum.

Waktu istirahat tersebut dimanfaatkan bagi masing-masing tim sukses untuk melakukan lobi mencari dukungan.

Pemilihan Ketua Umum tersebut bakal seru karena adanya persaingan antara kader tua dan muda di tubuh organisasi wartawan tertua di Tanah Air itu.

Dari lima calon itu terdapat kader muda, seperti Wina, Abror, dan Margiono, sedangkan kader tua Parni Hadi dan Muhyan.(*)

Peserta Kongres Kunjungi Bekas Musibah Tsunami

Banda Aceh (ANTARA News) - Para peserta Kongres XXII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari seluruh tanah air yang tiba di Banda Aceh, Minggu, langsung mengunjungi beberapa lokasi bekas musibah tsunami yang terjadi 26 Desember 2004.

Ratusan peserta Kongres dari 33 provinsi yang mulai berdatangan ke Banda Aceh baik melalui transportasi darat maupun udara, langsung dipandu panitia untuk menyaksikan bekas peninggalan sisa-sia tsunami yang meluluhlantakkan kota itu.

Para tamu tersebut mengunjungi peninggalan tsunami, seperti PLTD Apung yang berada di Kampung Pungi Jurong, kuburan massal di Ulee Lheue dan masjid Baiturrahim yang merupakan saksi bisu terjadinya bencana yang menewaskan ratusan ribu jiwa itu.

Mereka juga berkunjung ke daerah-daerah yang cukup parah terkena tsunami seperti di Desa Lampulo, Banda Aceh dan beberapa desa di Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Sekretaris panitia lokal Kongres PWI, Burhanuddin menyatakan, kunjungan itu bertujuan agar masyarakat, khususnya yang ada di tanah air mengetahui bahwa proses rekontruksi yang dilakukan Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) pasca tsunami sudah berjalan dengan baik.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Aceh, Irwandi Yusuf menyatakan siap membuka Kongres XXII PWI di gedung pertemuan Anjong Monmata, Banda Aceh, Senin (28/7).

Kesediaan itu disampaikan Irwandi Yusuf saat menerima Ketua PWI Pusat, Tarman Azzam bersama Ketua Panitia Pengarah Kongres, Asro Kamal Rokan, Ketua Panpelda, Dahlan TH serta sejumlah pengurus PWI pusat dan Cabang Aceh, Sabtu (26/7) di pendopo gubernur, Banda Aceh.

Selain kesediaannya membuka Kongres, Irwandi juga menyatakan siap memberi presentasi pada Dialog Percepatan Pembangunan Aceh, yang dilaksanakan Minggu (27/7) malam di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam.

Dialog Percepatan Pembangunan Aceh itu menghadirkan beberapa pembicara selain Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Kepala Bapel BRR NAD-Nias, Ketua Bappenas Paskah Suzzeta, Rektor Unsyiah Darni Daud dan tokoh pers nasional Surya Paloh.

Dalam pertemuan dengan Irwandi, Ketua Umum PWI Pusat, Tarman Azzam, juga menyampaikan salam dari Presiden SBY kepada gubernur dan masyarakat Aceh serta masyarakat pers karena presiden tidak bisa hadir membuka acara Kongres PWI tersebut.

Tarman mengatakan, kalaupun SBY memaksakan hadir ke Aceh untuk membuka Kongres, usai acara ia langsung kembali ke Jakarta karena waktunya sangat sempit. Padahal, Presiden SBY ingin menginap di Aceh, kata Tarman dengan menambahkan bahwa Presiden akan datang ke Aceh dalam waktu dekat.

Sementara itu, Wakil Ketua Panpelda Kongres XXII PWI, Ismail M. Syah mengharapkan masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar agar ikut menyukseskan pelaksanaan Kongres XXII PWI pada 28-29 Juli 2008 di Banda Aceh.

Ismail mengungkapkan peserta Kongres itu sebanyak 102 orang, dari 33 Cabang PWI seluruh Indonesia. "Itu belum termasuk peninjau dan penggembira lainnya mulai dari Papua sampai ke Aceh," ujarnya.

Sedikitnya 400 orang tamu akan hadir di ibukota Bumi Serambi Makkah itu.

Menurutnya, peserta dari berbagai provinsi sangat antusias ingin mengikuti kongres PWI yang baru pertama kali dilaksanakan di Aceh. Apalagi suasana damai sudah berlangsung di Aceh, setelah provinsi itu dilanda konflik sekitar 30 tahun.(*)

Kalimantan Satu Suara Dukung Kandidat Ketum PWI

Banjarmasin (ANTARA News) - Sikap pengurus PWI Cabang pada empat provinsi di Kalimantan diharapkan adanya kesamaan dalam menghadapi Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-22 di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) 28-29 Juli 2008, termasuk kesatuan suara dalam hal dukungan kandidat calon ketua umum periode 2008-2013.

Ketua PWI Cabang Kalimantan Selatan Drs Fathurrahman menjelang keberangkatan bersama delegasi Kongres PWI ke-22 dari Banjarmasin, Sabtu mengatakan sesampai di Aceh akan segera melakukan komunikasi guna menyiapkan pertemuan segi empat antara pengurus PWI Cabang Kalimantan Tengah, PWI Cabang Kalimantan Timur, PWI Cabang Kalimantan Barat, dan PWI Cabang Kalimantan Selatan.

Pertemuan yang lebih bersifat sebagai forum rembug tersebut diharapkan dapat menghimpun aspirasi masing-masing untuk diperjuangkan bersama pada forum Kongres ke-22 PWI, sebagai bentuk kerjasama penguatan PWI regional Kalimantan.

"Forum rembug itu nantinya tentu juga akan sampai pada pembahasan kriteria calon ketua dan arah dukungan empat PWI Cabang di Kalimantan," ucap redaktur Harian Kalimantan Post di Banjarmasin itu.

Dikatakan, forum rembug PWI regional Kalimantan dibutuhkan karena masih minimnya informasi tentang kapasitas masing-masing kandidat yang akan bersaing pada pemilihan ketua umum PWI Pusat periode 2008-2013.

"Kita tentu menghendaki terpilihnya figur ketua umum PWI Pusat yang memiliki komitmen jelas terhadap organisasi, serta mampu melakukan langkah-langkah bagi penguatan kapasitas dan citra PWI," ucapnya.

Diakui, dari sejumlah nama kandidat yang muncul dan berkembang hingga ke daerah belakangan ini tidak diketahui benar tentang kapasitas mereka karena terbatasnya informasi dan komunikasi.

Sementara itu wacana bursa kandidat Ketua Umum PWI Pusat yang sampai ke daerah yaitu Asro Kamal Rokan (anggota Dewan Pengawas Perum LKBN ANTARA), Wina Armada (Sekjen/anggota Dewan Pers), Parni Hadi (Ketua LPP RRI Pusat), Kamsul Hasan (Ketua PWI Cabang Jakarta Raya) dan Dhimam Abror Djuraid (Ketua PWI Jawa Timur). Rombongan PWI Cabang Kalsel ke Kongres PWI ke-22 di NAD sebanyak 12 orang termasuk unsur Pengurus IKWI Cabang Kalsel, dan PWI Perwakilan.(*)

Peserta Kongres XXII PWI Mulai Tiba Di Banda Aceh

Banda Aceh (ANTARA News) - Para peserta Kongres XXII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari berbagai provinsi di Indonesia, Sabtu, mulai tiba di ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Kota Banda Aceh.

Wartawan ANTARA di Banda Aceh, melaporkan sejumlah peserta terutama pengurus PWI pusat mulai tiba di kota Banda Aceh, diantaranya Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azzam, Asro Kamal Rokan, dan Bob Iskandar.

Sejumlah pimpinan pusat juga sempat menemui Gubernur NAD Irwandi Yusuf, sekaligus meminta kesediannya untuk membuka Kongres XXII PWI 2008 yang berlangsung pada 28-29 Juli 2008 itu.

Ketua PWI Cabang NAD, A Dahlan TH, menyebutkan sekitar 600 peserta dan peninjau dipastikan akan menghadiri perhelatan akbar organisasi kewartawanan tertua di Indonesia itu.

Ia menyebutkan, selain untuk memilih Ketua Umum dan para pengurus PWI Pusat, rangkaian kongres juga akan digelar sebuah seminar yang bertajuk "upaya percepatan pembangunan Aceh", dengan menghadirkan sejumlah Menteri kabinet Indonesia Bersatu.

Direktur Komunikasi Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, Juanda Djamal, mengatakan bahwa lembaganya mendukung suksesnya pelaksanaan Kongres XXII PWI di Banda Aceh.

Sebagai rangkaian kongres, BRR akan memfasilitasi peserta dan peninjau untuk melakukan tsunami tour ke daerah yang luluhlantak akibat tsunami tiga setengah tahun silam.

Tsunami tour akan diadakan pada Minggu (27/7). Peserta atau peninjau Kongres PWI akan dibagi dalam dua tim. Tim pertama mengunjungi Desa Lambung, kuburan massal Ulee Lheue, PasarAceh, Masjid Raya Baiturrahman dan PLTD Apung.

Tim kedua akan mengunjungi Perumahan Tiongkok di Neuheuen (Aceh Besar), Mapolda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman, PLTD Apung.

"Tsunami tour bertujuan untuk memperlihatkan kemajuan yang telah dicapai selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami. Kita berharap, dengan kunjungan ini bisa memberikan gambaran utuh tentang pemulihan pascatsunami," kata Juanda Djamal.

Ia berharap, kongres XXII PWI, bisa menghasilkan sebuah pemikiran yang konstruktif untuk membangun internal PWI, khususnya dan membangun kehidupan Aceh dan Indonesia pada umumnya.(*)